THEY TALK ABOUT: WORLD NO TOBACCO DAY 2019

Dengan canggihnya teknologi saat ini, sangat mudah untuk memperoleh informasi termasuk mengenai bahaya merokok. Sayangnya, banyak masyarakat yang mulai merokok di usia muda. Ini terbukti dari peningkatan prevalensi perokok usia remaja (10-18 tahun) pada hasil Riskesdas 2018 yang meningkat di angka 9,1% dari Riskesdas 2013, yaitu 7,2%. Kebiasaan ini berlanjut hingga dewasa sehingga seringkali banyak orang yang sudah tahu bahayanya pun sulit untuk mencoba berhenti merokok. Selain itu, untuk berhenti merokok butuh dukungan yg kuat dari sekitar. Ini tentunya sangat sulit untuk perokok sosial.

Kebijakan terbaru pemerintah yang melarang merokok sambil berkendara sudah selayaknya ditegaskan untuk mencegah dampak dari merokok terhadap pengendara lainnya. Namun, untuk menekan jumlah perokok aktif menurut saya kurang tepat dan diperlukan kebijakan yang lebih besar terkait keberadaan rokok itu sendiri. Di Indonesia, harga rokok masih relatif murah sehingga rokok mudah didapatkan. Tapi larangan menjual rokok pada usia di bawah 18 tahun sudah beberapa tahun ini dipertegas oleh pemerintah. Layanan berhenti merokok dari Kemenkes juga sudah ada, tetapi belum banyak yang tahu. Jika bisa dipertahankan dan diperkuat dengan kebijakan mengenai harga rokok dan pelayanan konseling berhenti merokok yang diimplementasikan dengan baik, jumlah perokok aktif benar-benar bisa ditekan.

Peran mahasiswa kedokteran dalam menekan angka perokok aktif di Indonesia:

  • Saat ini, tidak sedikit mahasiswa yang merokok. Sebagai mahasiswa kedokteran, cobalah untuk menjadi lebih terintegrasi atas apa yang diucapkan dengan apa yg dilakukan. Berhenti merokok bisa dimulai dari diri sendiri.
  • Meningkatkan awareness masyarakat tentang bahaya merokok dan bahwa berhenti merokok itu bisa dilakukan, yang tidak henti-hentinya telah kita lakukan sejak dulu.
  • Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mengenai rokok untuk memutus rantai kebiasaan merokok dalam tingkat keluarga.
  • Mempromosikan lembaga-lembaga yang bisa membantu dalam hal konseling merokok, seperti Quit Line Berhenti Merokok Kemenkes (0-800-177-6565) yang bisa diakses Senin – Sabtu jam 08.00-16.00.

Semoga niat baik kita dapat tersalurkan demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas asap rokok.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *